Aksi Superspeedy di Hari Kiamat Suku Maya

Diposting oleh inonugo on Kamis, 27 Desember 2012

Be A Superspeedy, The World in Your Hand. Hari yang diramalkan telah tiba. Dimana pada tanggal 21 Desember 2012 yang diramalkan akan terjadi kiamat ternyata terbukti.



Aksi Superspeedy di Hari Kiamat Suku Maya


Siang itu, tiba-tiba langit di TelkomCity berubah menjadi gelap. Langit yang tadinya terlihat cerah kini jadi gelap akibat tertutup oleh lima buah benda asing yang bentuknya seperti piring berputar-putar diangkasa dan ukurannya sangat besar sekali. Kalau diamati kelima benda asing itu ternyata adalah sebuah pesawat luar angkasa milik para alien.

Saat itu saya sedang asyik menikmati makan siang. Tiba-tiba telepon genggam saya berbunyi. Setelah saya angkat dari seberang terdengar suara pak Walikota memberitahukan bahwa TelkomCity mendapat ancaman dari para alien tersebut. Para alien mengancam akan menghancurkan TelkomCity jika sumberdaya energi yang tersimpan di TelkomCity tidak diserahkan kepada mereka. Memang TelkomCity terkenal dengan simpanan sumberdaya energi yang sangat besar. Para alien ini menginginkan sumberdaya energi ini untuk dibawa ketempat asal mereka Planet Gagarin untuk menggantikan sumber energi mereka yang telah habis.



Menurut pak Walikota, para alien ini datang ke TelkomCity dengan membawa peralatan berteknologi canggih sebagai senjata mereka. Ini terlihat saat para alien ini bernegosiasi dengan pak Walikota, mereka menggunakan alat penterjemah bahasa.

Ancaman para alien ini ternyata tidak main-main. Tiba-tiba dari salah satu pesawat milik alien terdengar alunan suara yang mirip sebuah lagu. Suaranya bikin pusing di kepala. Terlihat semua warga TelkomCity berjalan sempoyongan sambil menutup kedua telinga mereka. Korban berjatuhan, warga sudah banyak yang pingsan. 

Sebagai Superspeedy, saya segera bersiap menolong warga yang diserang oleh alunan suara tersebut. Saat saya amati, alunan suara itu seperti lagu dengan kualitas suara yang sangat jelek, tersendat-sendat seperti kurang lancar dalam pemutarannya. Nampaknya para alien itu memang sengaja memutar lagu dengan kedaan seperti itu. 

Senjata Telkom Speedy sebagai senjata utama telah siap di tangan saya ditambah dengan Melon Indonesia untuk menghancurkan alunan lagu milik para alien.

Secepat kilat saya terbang menuju salah satu pesawat yang mengeluarkan suara tersebut. Namun para alien itu tidak berdiam diri. Saya mendapat serangan, para alien itu mengarahkan alat pengeras suara ke arah saya. Berkat Melon Indonesia yang saya bawa, serangan para alien itu bisa dinetralisir. Jadi saya bisa selamat sambil terus menuju pusat pengirim suara di dalam peasawat alien itu. 

Setelah menemukan pusat pengirim suara, segera saya masukkan senjata Telkom Speedy ke alat tersebut. Wah benar sekali, kini suara yang diputar tidak tersendat-sendat lagi, sudah berjalan stabil. Namun suara yang terdengar tetap saja tidak enak didengar, karena kualitas suara dari lagu yang diputar sangat jelek sekali. Tidak pakai lama, segera saya masukkan senjata kedua yaitu Melon Indonesia. Akhirnya dari pesawat alien ini kini terdengar lagu-lagu merdu dengan kualitas suara yang bagus dan terdengar stabil tanpa putus-putus. Kini para warga TelkomCity sudah terbebas dari serangan suara jelek dan tersendat-sendat. Pesawat pertama sudah dapat dilumpuhkan.

Aksi Superspeedy di Hari Kiamat Suku Maya

Para alien semakin marah setelah mengetahui salah satu pesawatnya dapat dihancurkan dengan Telkom Speedy dan Melon Indonesia. Mereka segera menyiapkan serangan berikutnya. 

Sekarang serangan para alien tak tanggung-tangung lagi, para alien melancarkan serangan dengan menggunakan tiga pesawatnya. Dari bagian bawah badan masing-masing pesawat muncul sebuah layar televisi raksasa. Dari masing-masing layar diputarlah sebuah film yang saat ini sangat disukai oleh warga TelkomCity, yaitu drama korea. Warga TelkomCity nampak sangat menikmati tayangan tersebut, apalagi yang diputar adalah episode terbaru.

Ketika asyik-asyiknya mereka menonton, tiba-tiba tayangan terhenti dan muncul sebuah gambar yang berputar-putar seperti video sedang buffering saat melakukan streaming. Kejadian ini terus terjadi secara berulang-ulang. Hingga akhirnya banyak warga yang menonton jadi pusing dan tak sedikit yang pingsan. 

Mengetahui hal tersebut, kembali secepat kilat saya terbang menuju ketiga pesawat tersebut. Satu-persatu saya cari pusat pengirim siaran video tersebut. Setelah menemukan pusat penyiarannya, segera saya masukkan senjata Telkom Speedy. Kini gambar berputar-putar sudah hilang, siaran drama korea berjalan lancar tanpa ada proses buffering karena efek dari Telkom Speedy yang menyebabkan sinyal stabil dan pengiriman siaran video jadi sangat cepat.

Namun ada hal yang sedikit mengganggu saya. Anak-anak kecil banyak yang menangis. Setelah saya amati mereka menangis karena tak terurus ditinggal para ibunya untuk menonton tayangan drama korea tersebut. Mengetahui hal tersebut, segera saya ambil senjata Telkom Vision. Langsung saya masukkan ke dalam salah satu layar televisi raksasa itu. Akibatnya saluran film kartun langsung terputar. Anak-anak berhenti menangis dan nampak gembira sekali.

Keempat pesawat sudah berhasil dilumpuhkan. Kini tinggal satu pesawat yang berada di tengah. Pesawat ini dikendarai oleh pemimpin mereka. Tak ada tanda-tanda serangan yang akan dilancarkan dari pesawat ini. Nampak diam hanya terdengar desingan putaran dari badan pesawat.

Suasana ini sangat mencurigakan sekali. Segera saya buka aplikasi Speedy Monitoring di samartphone saya. Saat saya lihat hasil monitoring kamera IP di tempat rumah dinas bapak Walikota, ada beberapa rekaman yang mencurigakan. Nampak sosok bayangan yang bergerak mengendap-endap mencari sesuatu. Penasaran, kamera saya zoom untuk memperjelas sosok apa yang sedang bergerak itu. Ternyata itu segerombolan alien dengan pemimpin mereka tengah mencari keberadaan bapak Walikota.

Ada salah satu keberadaan kamera IP yang ketahuan tempatnya oleh para alien. Mereka sadar bahwa keberadaan mereka di rumah dinas pak Walikota sudah diketahui. Mereka tahu bahwa kamera tersebut dapat diakses dari manapun tempatnya.

Salah satu alien nampak menghubungi pesawat alien yang tersisa. Tiba-tiba tayangan monitoring kamera di smartphone saya berhenti. Ternyata setelah saya lihat sinyai wifi yang diterima smartphone hilang. Salah satu alien ini memerintahkan pesawat alien untuk melemahkan pancaran sinyal wifi di TelkomCity dari pesawat alien.

Untungnya sebelum para alien ini datang, di TelkomCity sudah terpasang jutaan Indonesia Wifi. Sehingga jika salah satu pancaran sinyal wifi terganggu, masih ada jutaan sinyal yang masih bisa diterima.

Segera saya bergerak mencari sinyal Indonesia Wifi untuk melanjutkan memonitor gerakan para alien yang berada di rumah dinas bapak Walikota. 

Terlihat dari hasil monitoring kamera, keberadaan bapak Walikota semakin terancam. Secepat kilat saya segera terbang ke rumah dinas bapak Walikota. Kedatangan saya ternyata diketahui para alien. Mereka melepaskan tembakan ke arah saya. Untungnya perisai berupa Konten Speedy yang terpasang di baju yang saya pakai bisa melindungi tembakan senjata para alien. Karena Konten Speddy berupa aplikasi online, antivirus, game, edukasi, musik, sport dan aplikasi enterprise bisa meredam senjata laser para alien.

Setelah terjadi pertarungan sengit antara saya dan para pengawal pemimpin alien, akhirnya saya bisa mengalahkan para tentara alien. Dan pemimpin alien bisa saya tangkap. 

Pemimpin alien rupanya memohon ampun dan minta saya agar jangan membunuhnya. Namun keputusan bukan ditangan saya. Semua saya serahkan kepada bapak Walikota.

Setelah terjadi perbincangan yang panjang dengan perantara alat penterjemah, rupanya bapak Walikota berhati baik. Bapak Walikota memberi keputusan untuk melepaskan pemimpin alien dengan syarat agar tidak lagi datang kembali dan menyerang TelkomCity.

Tak lupa saya juga memberi ancaman kepada para alien ini. JIka mereka datang kembali dan menyerang TelkomCity, saya tak segan-segan mengeluarkan semua senjata yang sangat hebat yang berasal dari Telkom Indonesia. 

Akhirnya para alien pergi meninggalkan TelkomCity untuk kembali ke tempat asal mereka Planet Gagarin dan tak mungkin datang kembali. Kini TelkomCity berasa damai dan tenteram. 

Saya sebagai seorang Superspeedy dengan senjata andalan Telkom Speedy siap membantu dan melindungi TelkomCity dari berbagai ancaman. Bersama Telkom Indonesia Be A Superspeedy, The World in Your Hand.

{ 4 komentar... read them below or add one }

plagiator cerita lucu mengatakan...

gambarnya juga keren banget..
good luck yahhh

kalijenes mengatakan...

@All: Selamat Berlomba

Anonim mengatakan...

NICE

ikafebryanggraini mengatakan...

nice

Posting Komentar

Silahkan komen apa aja yang penting sopan dan jangan meninggalkan link apapun di dalam komentar anda. Terimakasih.

Suka artikel ini?